Dia adalah
khalifah al-Mu'tasim. Kisah heroik Al-Mu'tashim dicatat dengan tinta emas
sejarah Islam. Peristiwa bersejarah tersebut terjadi pada tahun 223 Hijriyyah,
yang disebut dengan Penaklukan kota Ammuriah.
Pada tahun
tersebut, seorang budak muslimah yang konon berasal dari Bani Hasyim yang
sedang berbelanja di pasar. yang meminta pertolongan karena diganggu dan
dilecehkan oleh orang Romawi. Kainnya dikaitkan ke paku sehingga ketika
berdiri, terlihatlah sebagian auratnya. Wanita itu lalu berteriak memanggil
nama Khalifah Al-Mu'tashim Billah dengan lafadz yang legendaris yang terus
terngiang dalam telinga seorang muslim: "waa Mu'tashimaah!" (di mana
engkau wahai Mutashim... Tolonglah aku!).
Setelah
mendapat laporan mengenai pelecehan ini, al-Mu’tasim Billah menyahut seruan,
maka sang Khalifah pun menurunkan puluhan ribu pasukan untuk menyerbu kota
Ammuriah (Turki). Catatan sejarah menyatakan kota Ammuriah dikepung oleh
tentara Muslim selama kurang lebih lima bulan hingga akhirnya takluk di tangan
Khalifah al-Mu'tasim. Sebanyak 30.000 prajurit Romawi terbunuh dan 30.000
lainnya ditawan. Pembelaan kepada Muslimah ini sekaligus sebagai pembebasan
Ammuriah dari jajahan Romawi.
Setelah
menduduki kota tersebut, khalifah memanggil sang pelapor untuk ditunjukkan
dimana rumah wanita tersebut, saat berjumpa dengannya ia mengucapkan
"Wahai saudariku, apakah aku telah memenuhi seruanmu atasku?". Dan
sang budak wanita inipun dimerdekakan oleh khalifah serta orang romawi yang melecehkannya
dijadikan budak bagi wanita tersebut.
Di manakan
al-Mu'tasim di zaman ini, ketika banyak muslimah di larang berjilbab saat
sekolah dan saat bekerja? Dimanakah pemimpin dinegara-negara Islam ketika,
ribuan wanita-wanita Islam dilecehkan oleh Zionis di Palestina? Di mana
pemimpin kaum Muslimin ketika seorang islamophobia merenggut nyawa Marwa
Al-Sharbini (33 tahun) yang jatuh bersimbah darah dan tewas seketika setelah 18
kali tikaman pisau sepanjang 18 cm bersarang di tubuhnya.
Benar apa yang
dikatakan Rasulullah صلى الله عليه و سلم “Hampir tiba masanya kalian
diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka
seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian
banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa
gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam
hati kalian penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah
Al-Wahan itu?” Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan
kematian.” (HR Abu Dawud 3745)
Begitu banyak
umat Islam saat ini, tapi untuk melindungi seorang Muslimah pun kita tidak
mampu. Pihak kaum kuffar pada hakekatnya tidak akan pernah sanggup melakukan
apapun terhadap ‘izzul Islam wal muslimin (kemuliaan Islam dan kaum muslimin)
andaikan ummat ini benar-benar beriman dan yakin akan janji Allah Subhanahu
Wata'ala berupa ihdal-husnayain (meraih salah satu dari dua kebaikan) yakni
‘isy kariiman au mut syahiidan (hidup mulia di bawah naungan syariat Allah atau
menggapai mati syahid).



0 comments:
Post a Comment