Khalifah Harun
Al Rasyid, beliau sangat mencintai nasihat yang mengingatkan diri pada hari
akhirat.
Al-Ashma’i
berkata,
“Pada satu hari Harun Al Rasyid
memanggilku.
Saat itu dia
menghiasi istana, membuat hidangan yang banyak dan lezat, lalu dia memanggil
Abu Al-Atahiyyah dan berkata
kepadanya,
“Sifatilah
kenikmatan dan kesenangan hidup kami.”
Maka Abu Al
Athiyah menyenandungkan sebuah syair,
Hiduplah
semaumu dibawah naungan istana nan megahmu
Engkau
berusaha mendapatkan apa yang engkau senangi
Baik
pada waktu sore maupun pagi
Namun,
apabila jiwa tersengal-sengal
Karena
sempitnya pernapasan dalam dada
Saat
itu barulah engkau tahu
Bahwa
selama ini engkau sedang tertipu
Suatu saat
lainnya, Harun Al Rasyid memanggil Abu Al Atahiyyah lalu berkata,
“Nasihatilah
saya dengan sebuah bait syair.”
Maka Abu Al
Athiyah berkata,
Jangan
engkau merasa aman dari kematian sekejap mata pun
Meski
engkau mempunyai para penjaga dan para pasukan
Ketahuilah
bahwa panah kematian pasti tepat sasaran
Meski
bagi yang membentengi diri darinya
Engkau
ingin selamat namun tidak mau mengikuti jalannya
Bukankan
sebuah bahtera tidak akan mungkin berlayar di jalan raya
Begitu
mendengarnya, Harun Al Rasyid pun langsung jatuh pingsan.